Consummate Love

Consummate Love

  • WpView
    Reads 593
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 7, 2018
Secara eksplisit, rasa suka kepada seseorang membangunkan sisi egois manusia dengan keinginan untuk memiliki; menghakpatenkan, bahkan ada yang sampai pada tahap mendiskriminasi. Mutiara bukan sedang mencoba menguraikan sisi negatif dalam hubungan asmara, dia hanya berfikir logis. Bahwa secara teknis kita nggak punya kuasa untuk mengelola sikap seseorang sesuai dengan kebutuhan cinta kita. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam hubungan, Mutiara mulai membuka pikiran. Mencoba berbuat baik hati dengan memaafkan pengkhianat. Lalu, dengan keluasan hati yang entah darimana dia dapatkan, Mutiara berpasrah diri dengan kemana takdir akan menyerahkan perasaannya. Hanya saja, jika Tuhan sudi bermurah hati, Mutiara enggan di kembalikan pada mantan songong yang dengan sadis menertawakan tiap kali dia mengalami putus cinta.
All Rights Reserved
#286
funny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mawar Hitam Berdarah
  • This Love
  • "Mengalur"
  • Istri Kedua
  • Nexsus of Heart
  • Sunrise in Nightmare
  • JIWA DAN RAGA
  • Aamiin Setelahnya
  • TRAPPED (END)

Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, namun tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Kini ia hidup seorang diri dan menetap di rumah peninggalan sang nenek. Rumah minimalis yang bersebelahan dengan rumah besar itu menjadi satu-satunya tempat bagi dia berlindung. Namun, ketenangannya terusik saat mendapati seorang pemuda tengah menyantap makanan yang dia buat untuk sarapannya. "Oh, kamu pembantu baru dirumah ini?" Tanya sang pemuda sambil memindai tubuh Maria dari atas kebawah. "Pe_pembantu kamu bilang?" Maria menggertakan gigi kesal. Pemuda itu bangkit menghampiri Maria yang mematung shok. "Yups. Ngomong-ngomong, Nuginya mana ?" Belum sempat Maria membalas, Nugy sudah berdiri diambang pintu sambil mengatur nafas karena kelelahan berlari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines