Khayalan
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 31, 2019
Bagiku kamu adalah khayalan yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Setiap hari aku hanya bisa berfantasy tentangmu. Aku mencintaimu tapi kita tidak saling mengenal. Ralat, mungkin hanya kenal sepihak. Aku yang mengenalmu tetapi kamu tidak. Aku selalu berharap semoga khayalanku menjadi nyata dan khayalanku itu adalah kamu :) Ini adalah tulisan sekaligus pengalaman pertamaku di wattpad. Jadi mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan kesalahan. Ikuti terus cerita Khayalan semoga bisa membawa kalian ke dunia ilustrasi yang indah :D Jangan lupa vote dan comment ya:)
All Rights Reserved
#262
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Di Balik Layar [Completed]
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • AURORA
  • I Missing You (COMPLETED)
  • Trapped in a wound
  • Fall And Love
  • NATASHA
  • HAFI & NABILA [REVISI]
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines