Story cover for Khayalan by windatarsikaa
Khayalan
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 05, 2018
Bagiku kamu adalah khayalan yang tidak mungkin menjadi kenyataan.
Setiap hari aku hanya bisa berfantasy tentangmu. 

Aku mencintaimu tapi kita tidak saling mengenal. Ralat, mungkin hanya kenal sepihak. Aku yang mengenalmu tetapi kamu tidak.
Aku selalu berharap semoga khayalanku menjadi nyata dan khayalanku itu adalah kamu :)


Ini adalah tulisan sekaligus pengalaman pertamaku di wattpad. Jadi mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan kesalahan.


 Ikuti terus cerita Khayalan semoga bisa membawa kalian ke dunia ilustrasi yang indah :D 

Jangan lupa vote dan comment ya:)
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Khayalan to your library and receive updates
or
#657khayalan
Content Guidelines
You may also like
𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄 by WidyaSyala
61 parts Complete
Kepergian dua orang yang paling disayang olehnya memberikan kekosongan yang panjang dalam hidup Fajar. Ketika orang-orang yang berhubungan dengan kejadian itu sanggup menjalani kehidupan normal, waktu seolah berhenti berputar hanya untuk Fajar sendiri. Tidak ada perasaan yang lebih buruk selain ingin menghilang tiap kali terbangun dari tidur. Insiden di sekolah yang menjadikannya sebagai tersangka utama semakin memperburuk keadaan. Rumor dan perundungan terus datang kepadanya. Sampai akhirnya Fajar bertemu dengan orang yang memiliki nama yang sama dengan teman masa kecil yang tidak bisa dilupakannya, Marun. Semua luka lama itu seolah ditarik paksa kembali untuk diingat. Kehadiran gadis itu begitu mengusiknya sampai titik dimana Fajar merasa terancam dan kehidupannya yang memang sudah kacau balau menjadi tambah runyam. Segalanya menjadi lepas kendali dan Fajar hampir kehilangan keseimbangan jika saja Marun tidak meraih tangannya. Hanya saja gengaman itu membuatnya takut... Satu yang Fajar tak paham, uluran tangan itu bukan untuk menghancurkannya, melainkan untuk menyatukan kembali kepingan hatinya. --- I don't have anything to say. I don't have anything to do. I don't have anything to hold. I don't have someone to love. I don't have place to call home... I'm breathing but I'm not sure that I'm alive. --- ⚠️TRIGGER WARNING! Depresi, Post Traumatic Stress Disorder, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, Explicit Content. . ‼️Jika kalian membaca cerita ini di platform lain SELAIN WATTPAD, kalian kemungkinan besar beresiko terkena serangan MALWARE. Bacalah cerita original dengan aman HANYA DI WATTPAD👇🏻 https://www.wattpad.com/story/90365521?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=WidyaSyala&wp_originator=dtbvn2l94bpK%2Fyj9nO7JQPJuJ14RcfZx%2Fu6ok%2Fx7aV3%2FyqNzXbmW8CFFyYxQsTis%2FMC53ppiK2w1Wv8XfGMyCJdzPl1N85A5kvSja87SJFFXILqNHmDhDLgRYhnmeEVK
You may also like
Slide 1 of 10
AURORA cover
I Missing You (COMPLETED)  cover
Di Balik Layar [Completed] cover
Semu [Completed] cover
𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄 cover
Having You cover
Ketika Yang Hilang Kembali✓ cover
CLOSER cover
NATASHA  cover
Fall And Love cover

AURORA

12 parts Complete

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.