Pesantren yang Hilang (Completed✔️)
  • Reads 77,005
  • Votes 2,645
  • Parts 24
  • Reads 77,005
  • Votes 2,645
  • Parts 24
Complete, First published Feb 05, 2018
Suara guruh yang bergema mengikuti cahaya kilat turut menambah suasana menjadi semakin menakutkan.

Di balik suasana yang mengerikan itu, para santri malah merasa senang, karena sudah lama mereka tidak mandi dengan air bersih. Sekitar dua minggu sebelumnya, para santri harus merelakan tubuh kurusnya disiram oleh air bor yang sangat bau dan berwarna kecoklatan.

 Suasana mendung sore itu memberi harapan untuk merasakan mandi air hujan. Segera para santri menyiapkan ember-ember dan menjejerkannya di bawah seng masing-masing asrama.

Polah seperti itu juga dilakukan oleh Aran, Wawan, Nardi, Madan, Ito dan Yogi. Di kamar mereka, Hanya Ito dan Aran yang bersemangat untuk menadah air hujan yang akan turun. Sementara Nardi, Wawan dan Yogi masih tidur, karena tidak puas dengan tidur siang yang singkat beberapa jam yang lalu.

Segera ember bekas cat berukuran besar dan ember hitam ukuran sedang disimpan di bawah talang air yang mencurahkan air hujan disamping kamar. 

Tidak lama setelah itu, hujan pun turun. Hujan turun begitu deras menghantam bumi dan atap seng asrama, sehingga membuat suara ribut. Begitu ributnya, Aran dan Ito sampai berteriak untuk saling memanggil satu sama lain. Angin juga begitu kencang, menghempas apa yang ada di sekitarnya. Pelepah dan daun kelapa sawit dibawa hilir mudik bergoyang karena dihantam angin.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Nardi, Wawan, Madan dan Yogi tidur mati. Suara berisik dan hembusan angin yang masuk ke kamar tidak sama sekali menganggu tidur mereka. Nardi tidur dengan posisi bujur kaku dengan telapak tangan bersedekap seperti mayat fir'aun.

Wawan tidur dengan posisi melengkung seperti udang yang digoreng di minyak yang panas. Madan tidur dengan tangan satu di bawah kepala yang satunya lagi di antara dua paha. 

Sedangkan Yogi posisi tidurnya sangatlah tampan seperti Aliando sariff yang sedang ekting tidur ( WKWKWK, di puji sedikit biar makin besar kepala )
All Rights Reserved
Sign up to add Pesantren yang Hilang (Completed✔️) to your library and receive updates
or
#515momentouspublisher
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 20
Ksatria Majapahit 3 Tahta Suhita cover
Ashabul Kahfi cover
Time Travel [Mingyu+Svt] cover
Stadiun Berdarah cover
Kisah Islami Yang Menakjubkan cover
Jalaludin Rumi, Fihi ma Fihi cover
TERSESAT (Wangxian/Yizhan) cover
Pesan Terakhir cover
Sejarah Kebudayaan Islam cover
Top Kisah Islami √ cover
The koplak couple VS  osis (TAMAT) cover
KISAH SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW cover
Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya cover
MISTERI LORONG SEKOLAH [PROSES REVISI] cover
Sirah Nabawiyah Jilid 1 cover
Assalamu'alaikum Imamku 2 (END)! cover
Keutamaan Ilmu & Penuntut Ilmu✔️ cover
Asteria cover
ALIFA (END) cover
The Colour of Zahra's Life [TERBIT] cover

Ksatria Majapahit 3 Tahta Suhita

23 parts Complete

Stri Suhita naik tahta Majapahit menggantikan ayahnya Wikrama Wardhana, sebagai ratu di Majapahit. Sebelumnya dia bukanlah calon pengganti raja di Majapahit, namun setelah satu persatu para putra mahkota meninggal dunia karena wabah, maka stri Suhita naik tahta. Dendam yang ada pada diri ibunya atas kematian orang tuanya bhre Tumapel, diwarisi oleh stri Suhita. Saat memimpin Majaphit stri Suhita bergelar ratu Dyah stri Suhita.