Same Craziness and Love (Elounor)

Same Craziness and Love (Elounor)

  • WpView
    Reads 3,811
  • WpVote
    Votes 506
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 4, 2018
WpInfo
Fanfic
1Direction
Eleanor Putri Giandra- Awalnya, Lea pasrah jika hidupnya akan diatur-atur oleh sang ayah. Perpindahannya dari Jakarta ke London masih bisa dia terima. Tetapi dijodohkan dengan Louis! Si pria gila?! Tidak! Lea tidak mau! Terlepas cinta pertamanya ada di Indonesia dan kemungkinan untuk ia bisa bersama sang pujaan hati diambang-ambang, tetap saja Lea berharap menikah atas dasar cinta. Dan Lea yakin jika dia tidak akan pernah! Ingat, tidak akan pernah! Mencintai pria jahil kurang kerjaan yang mendekatinya hanya karena alasan gila yang tidak masuk akal oleh rasional manusia normal. Hingga tiba saat dimana Lea lupa kapan terakhir kalinya dia tertawa lepas. Dia lupa... hal gila apa yang pernah ia lakukan terakhir kali selain marah pada ayahnya dan berhenti makan sampai keinginannya terkabulkan (Itupun kalau disebut kegilaan). Tetapi bersama Louis, Lea selalu terpingkal. Bersama Louis, ia melakukan hal gila di luar batas. Sumpah! Umur Lea dan Louis bukan remaja lagi! Tetapi Louis seolah membawanya ke dunia menyenangkan dengan lembaran baru yang lebih bewarna bak anak SMA. Membawanya ke kegilaan akan perasaan meledak-ledak. Blurb- "Aku mau pulang. Aku mau tidur dan berharap kau tidak nyata. Pernikahan kita batal." Belum sempat Lea melangkah, tubuhnya sudah direngkuh dengan cepat, pipinya ditangkup dengan hangat bersamaan bibir hangat yang mulai menciumnya. Menciumnya dengan dalam. Dan ketika ciuman itu terlepas, Lea bisa melihat mata biru tajam yang menatapnya lekat. Fuck! Louis melakukannya lagi. "Jangan pernah bilang jika itu tidak nyata. Karena kita nyata. Kau, aku, menikah besok! Undang Ratu Elizabeth sekalian agar kau tahu jika aku serius!" SERIUS APANYA?! Lea kembali menangis kencang BACA SINOPSIS LENGKAP DI BAB 1
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Weird Wedding ✓
  • Air Mata Elara
  • Baby L Lucian ✔
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • Damn!! Younger Man
  • MY BOY MY KISS [REVISI]
  • GILANG ABRAHAM

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines