Duka yang kembali

Duka yang kembali

  • WpView
    Membaca 45
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 6, 2018
Dentingan hujan kali ini buatku tertawa Wajah usangnya buatku ingin berkata "Apa kau tidak apa apa ??" Hanya sepetak senyuman dibibir yang retak Pipinya menahan senyuman berat dari anak seorang yang berpangkat "Aku tidak apa-apa.." jawabnya singkat tanpa berbata bata Hujan tak mengguyur kami pagi ini tapi mengapa pipinya basah kini, Tercelup tirta katanya... Seakan enggan berbicara, penapun yang berkata, Hanya beberapa kata... Bukan kata cinta, Bukan kata suka, Maupun kata dusta, Tetapi, Kata duka yang ditulisnya... Beberapa kata dengan makna, Beberapa sajak tanpa jarak, Buatku naikkan kedua bahu Entah tersipu atau tersedu... Entah nafsu atau keliru Siapa yang tahu??? Seperti memilih antara 2 lubang, Entah mana yang akan menerjang, Para bajingan atau sapuan angin yang rindang Aku hanya sebagai wayang Yang pasrah diotak atik dalang Alur kemenangan atau alur kegagalan Seakan sirna setelah melihat kaca, 2 insan manusia saling menyapa dan tertawa Serasa tak ada kendala sepertinya Bagai karat tanpa syarat, Kau kembali.... Dukaku telah kembali Kepada hati yang tersakiti
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • • EUTANASIA •
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • »The Love Behind Secrets!

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan