MY POSSESIVE TWINS

MY POSSESIVE TWINS

  • WpView
    Membaca 213
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 6, 2018
"apa sih punya kembaran kok gini amat, mau ini gak boleh mau itu gk boleh, lama lama bisa gila gue" ucap Anastasya wijaya "gue ngelakuin ini agar lo gak salah langkah, gue udah janji sama mama papa buat jaga lo, jaga lo dari mereka mereka yang bisa bikin lo sakit" balas Aditya wijaya Adit dan Ana yap mereka saudara kembar anak dari wijaya dan vania, mereka tak bisa dipisahkan mereka sudah seperti prangko kemana mana selalu berdua, dari kecil hingga sekarang mereka selalu bersama. Siapa pun yang berani mendekati Ana mereka harus siap siap berhadapan dengan Adit. apakah adit menyukai ana saudara kembarnya sendiri? apakah adit mengalami sister kompleks? bagaimana jika ana sudah menaruh hati ke seseorang?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
anastasya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eliinaa
  • Gilda [ 𝓔𝓷𝓭 ]
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Triplets [END]
  • Seruan Hujan
  • We Are (not) Twins
  • The Twins ✔ ( Selesai )
  • My Annoying Brother [END]
  • THE KAMPRET GIRL [COMPLETE]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan