MY POSSESIVE TWINS

MY POSSESIVE TWINS

  • WpView
    LECTURAS 213
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 6, 2018
"apa sih punya kembaran kok gini amat, mau ini gak boleh mau itu gk boleh, lama lama bisa gila gue" ucap Anastasya wijaya "gue ngelakuin ini agar lo gak salah langkah, gue udah janji sama mama papa buat jaga lo, jaga lo dari mereka mereka yang bisa bikin lo sakit" balas Aditya wijaya Adit dan Ana yap mereka saudara kembar anak dari wijaya dan vania, mereka tak bisa dipisahkan mereka sudah seperti prangko kemana mana selalu berdua, dari kecil hingga sekarang mereka selalu bersama. Siapa pun yang berani mendekati Ana mereka harus siap siap berhadapan dengan Adit. apakah adit menyukai ana saudara kembarnya sendiri? apakah adit mengalami sister kompleks? bagaimana jika ana sudah menaruh hati ke seseorang?
Todos los derechos reservados
#27
konflikcinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Allenka Family
  • About Love •End•
  • My Annoying Brother [END]
  • Alex(A)
  • The Twins ✔ ( Selesai )
  • Eliinaa
  • ANASTORY [END]

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido