#ATS# {1}Introvert (Hiatus)

#ATS# {1}Introvert (Hiatus)

  • WpView
    GELESEN 152
  • WpVote
    Stimmen 30
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juni 19, 2018
Menurutnya ngapain harus ngobrol ga penting yg ia sudah ketahui,hanya sekedar untuk basa-basi dan ingin akrab dengannya. Hanya buang-buang energi saja. Baginya satu kata dari mulutnya sangatlah berarti, dan ia ga suka klau ngomong panjang lebar, cukup bicara intinya saja. Kecuali terhadap orang yg membuatnya nyaman, sikap dan tingkah lakunya berubah 180 derajat. Ya itulah Ardea Herodiaz sang Introvert. Don't copy my story🙏 Berkaryalah dengan imajinasi murni kalian @FelisCatus_30 #2 Juni 2018-------- Update tiap sabtu/minggu👌 Nb: Klau mood-nya baik 😂 Hiatus
Alle Rechte vorbehalten
#530
coolgirl
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • Figuran In Novel -End
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • ALLASSO (END)
  • My Alter Ego Boyfriend | End
  • Gue Jadi Selir Agung? (Tamat) Belum Direvisi.
  • Ketika Introvert Bicara
  • ALTHA
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Astaghfirullah, Fuckboy Husband! [END]

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien