Sebuah Sajak

Sebuah Sajak

  • WpView
    Reads 400,191
  • WpVote
    Votes 12,270
  • WpPart
    Parts 100
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 22, 2018
Dalam hal menulis, aku akui bahwa aku tidak pandai dalam merangkai kata-kata dengan benar. Sajak ini dari seorang gadis yang sedang senang merindu. Walaupun ia tahu bahwa rindunya tak pernah terbalaskan. Akhir kata, Salam sayang, gadis bodoh yang kau abaikan demi seseorang yang sangat kau dambakan.
All Rights Reserved
#61
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wounds in Marriage
  • RETAK
  • SETITIK LUKA || END
  • Repui (SELESAI)☑️
  • PUPUS ✅ (Sedang direvisi)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Hanya Saja
  • 10 Detik, Goodbye!
  • about us and him ✔️

[18+] Kehancuran rumah tangga adalah luka yang tak pernah kutulis dalam daftar kemungkinan hidup. Ia seperti badai yang datang diam-diam, tanpa tanda-tanda, lalu meluluhlantakkan segalanya hingga tak bersisa. Aku tak pernah membayangkan bahwa perjalananku bersama Mas Naufal-yang telah kujalani hampir lima tahun lamanya-akan karam begitu saja. Dikhianati oleh lelaki yang dahulu kucintai setulus hati, membuatku jatuh ke jurang yang tak bernama. Dialah lelaki yang dulu berlutut di hadapanku, menggenggam tanganku, dan bersumpah atas nama Tuhan untuk menjagaku. Lelaki yang pernah mengucap, bahwa cinta ini akan kekal hingga maut memisahkan. Namun kini, janji-janji itu hanya serpihan debu yang terbang dan hilang bersama angin. Ia telah menodai kesetiaan, mengoyak kepercayaan, dan menjadikanku perempuan yang patah dalam sunyi. Sakitnya bukan hanya karena ia memilih wanita lain. Tapi karena ia menghancurkan rumah yang kami bangun bersama. Ia membakar kenangan, dan menertawakan sisa-sisa hatiku yang mencoba bertahan. Betapa ironis, lelaki yang dulu begitu kucintai... kini menjadi sosok yang bahkan tak sanggup kupandang tanpa getir. Ya, inilah kisahku. Kisah rumah tangga yang tidak berakhir indah. Sebuah pengingat pahit, bahwa cinta yang diperjuangkan sendirian hanyalah jalan sunyi menuju kehancuran. Jika kalian sedang mencintai, jangan pernah melangkah terlalu jauh sendiri. Sebab cinta seharusnya berjalan beriringan. Dan bila hanya satu yang berjuang, maka ia akan jatuh, sebagaimana aku telah jatuh. *** #1 Temandekat - November 2022 # 1 Jahat - Desember 2022 # 2 Luka - Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines