Story cover for NEW BIEBER by ItsDoubleu
NEW BIEBER
  • WpView
    Membaca 15,388
  • WpVote
    Vote 1,002
  • WpPart
    Bab 35
  • WpView
    Membaca 15,388
  • WpVote
    Vote 1,002
  • WpPart
    Bab 35
Lengkap, Awal publikasi Feb 06, 2018
Dia pernah menjadi bagian dari diriku. 
Dia pernah menjadi lentera dalam gelapku. 
Menjadi sunyi dalam ramaiku. 
Menjadi airmata dalam gembiraku. 
-Selena Gomez

Dia pernah menjadi alasan aku bangkit.
Dia pernah menjadi bodoh ketika percaya aku.
Senyumnya pernah menjadi matahariku. 
Airmatanya pernah menjadi pedihku. 
-Justin Bieber
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan NEW BIEBER ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#134selenagomez
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 17
We Are Destiny (NEW)  cover
TAWANAN CEO KEJAM  cover
Lifesaver ( Justin Bieber Love Story ) [COMPLETED] cover
DIFFERENT CHARACTER★ cover
Become A Mother My Son cover
Twilight(Justin Bieber) cover
Called Destiny cover
NO PRESSURE cover
13 Days With Daddy ✔️ cover
Good Daddy cover
Trust Me (End) cover
Pelayan Satu Malam Milik Mafia cover
In love with a ghost cover
dear, Aily (BL 18+) [COMPLETE] cover
Let Me Love You (Justin Bieber Love Story) cover
Cold Girl (✔) cover
Perfect Husband- J.b & s.g cover

We Are Destiny (NEW)

7 bab Bersambung

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.