TAKA
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 4, 2018
Karina Nion, hidupnya berbeda dari anak-anak lainnya pada umumnya. Apa yang selalu ia katakan, maka akan selalu menjadi dari kebalikannya. Dari kecil Karina menginginkan hidupnya yang selalu bahagia, bersama kedua orang-tuanya, dan lain-lain, namun harapan itu tidak sejalan dengan apa yang diinginkannya itu. Karina hidup dengan pas-pas an ditengah kehidupannya yang semakin rumit, ia hanya mengandalkan beasiswa yang didapatkannya untuk merubah nasibnya itu. Namun lebih buruknya ia harus setiap hari bertatap muka dengan orang yang sombongnya setinggi langit. Taro Rion Damien, merasa hidupnya sudah tidak berharga lagi semenjak Taro harus merelakan orang-orang yang sangat dicintainya dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya itu. Namun dalam hal tersebut ia dapat dikatakan hidup yang lebih dari berkecukupan sehingga Taro dikenal sombong, angkuh, terlalu percaya diri, dan selalu merendahkan orang yang berada dibawah levelnya. Sehingga tiba-tiba takdir mempertemukan dirinya dengan seseorang yang dapat merubah sifat serta perilaku nya. "Aku benci pelangi." "Kenapa?" "Karena hidupku gak seindah pelangi yang ada diatas sana." "Aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan sangat menyukai pelangi itu walau hanya sesaat."
All Rights Reserved
#35
fict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Love Became a Memory
  • IGNITES (END)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • No Longer Mate
  • Tentang Kita
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Kelas A [End]
  • Hilang
  • 7 Seconds

(COMPLETED) Galleo Ravindra Arjuna, anak dari keluarga basket legendaris, hidup di bawah bayang-bayang nama besar orang tuanya. Di sisi lain, Elara Aeris Ganeswara, anak seniman terkenal, tumbuh dengan kebebasan dan dunia penuh warna. Ketika keduanya bertemu, dunia mereka yang bertolak belakang mulai berbenturan. "Kenapa sih kamu selalu sibuk sama basket? Apa aku nggak cukup penting?" protes Elara, matanya penuh kekecewaan. "Bukan gitu, El. Aku cuma... ini tanggung jawab aku juga. Tapi kamu harus tahu, aku nggak pernah ngelupain kamu," jawab Galleo lembut, mencoba menenangkan. Tapi apa jadinya ketika perbedaan mimpi dan gaya hidup mereka mulai menguji hubungan? Saat tawa berubah menjadi debat, dan cinta dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, keduanya harus belajar untuk saling menerima, atau menyerah. "Aku nggak mau jadi prioritas kedua, Gal." "Dan aku nggak mau kehilangan kamu." Bisakah Galleo dan Elara menemukan cara untuk menyelaraskan dunia mereka? Atau, apakah perbedaan mereka terlalu besar untuk dijembatani? Sebuah kisah tentang cinta, konflik, dan perjuangan untuk memahami satu sama lain di tengah segala perbedaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines