To Marry You

To Marry You

  • WpView
    LECTURAS 2,593
  • WpVote
    Votos 108
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida sáb, mar 24, 2018
"Jika kamu memecatku, kamu harus tanggung jawab. Nikahi aku!" Sial, wanita ini gila!! Aku yakin baru saja melihat sebuah smirk terbit di bibir mungilnya satu detik yang lalu. Sepertinya besok aku harus pergi ke THT, kurasa telingaku bermasalah. Apa aku tidak salah dengar? Ah ya pasti aku salah dengar. Tak mungkin, tak mungkin gadis arogan itu baru saja memintaku menikahinya. Benar-benar tidak mungkin. "Kamu bilang apa barusan?" tanyaku lagi. "Nikahi aku." Sial, sudah dua kali aku mengumpat menit ini. Kata itu benar-benar membuatku tak bisa berkata-kata. Spechless. Wanita gila ini memang benar-benar. Oh Tuhan ampuni semua dosaku di masa lalu. Gadis gila ini sukses membuatku benar-benar menyesal telah menerimanya dulu. Aku Revon hemirvens dan wanita gila itu Rusia Amor Diamanda
Todos los derechos reservados
#501
wedding
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MY EX DOSEN
  • Ready for Marriage (Completed)
  • My Perfect BoyFriend
  • sebening Cinta azzahra
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Trial & Error
  • NAREVAN ✔️
  • ✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai
  • Halycon
  • AFTER WEDDING - TERBIT

Dia menutup matanya mencari ketenangan, kalo tidak sudah bisa di pastikan kalo dia akan berteriak padaku. "We need to talk, please!!" nada suaranya pelan tapi juga menunjukan penegasan bahwa dia tidak mau di tolak. "No, there's nothing we need to talk anymore!!" nada suara ku juga gak kalah dari dia "Luv, please. . ." "Nothing 'Luv' is here. My name is Reina. Leave me alone Mr." aku mencoba melepaskan cengkraman tangannya tapi bukannya terlepas malah bertambah erat. "I. Say. We. Need. To. Talk. Now !!!" rahangnya mengeras, sepertinya dia sudah tidak bisa menaham amarahnya lagi. "I. say - hhmmmppfftt. . ." aku tidak bisa meneruskan omongan ku, karena tiba-tiba dia mencium ku. Ciuman yang terlalu mendadak membuat ku gak bisa berfikir dengan jernih.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido