MEGUMI
  • WpView
    GELESEN 104
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Feb. 8, 2018
Seandainya dulu aku tak merengek pergi ke pasar malam, masihkah aku bersamanya? Tapi sepertinya tidak. Ada dan tiadanya rengekan itu, tak akan mengubah keadaan. Masih ku ingat jelas apa katanya, begini, "Pergilah Megumi. Saya tidak mengharapkanmu berada di hidup saya. Kamu ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, kan? pergilah kalau begitu. Jangan muncul lagi di kehidupan saya. " Namaku Megumi, dan ini adalah ceritaku.. Cerita asli by piopinokio
Alle Rechte vorbehalten
#36
megumi
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  •  HAZELA
  • Yang Terlupakan
  • Eliinaa
  • The Secret Of Old School
  • Perihal Sandwich(End)
  • Is It Home ?
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • AFKARA [END]
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien