teman yang teristimewa

teman yang teristimewa

  • WpView
    Reads 1,058
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 3, 2018
Tengku nadila amani adalah seorang yang tak percayakan lelaki. bagi nadila lelaki semua adalah yg tidak setia. die bencikan lelaki yang suka permain peresaan orang lain. sampailah satu hari ade seorang yg mule mengetuk pintu hatinyer..... sehingga memcipta 1 tragedi yang membuat Dila dibenci keluarganya sendiri. Kemunculan kekasih lama Dila dan Iqbal menambah lagi gelora dalam rumah tangga mereka. Mampukah tengku nadila amani mencintai seseorang itu? Siapakah seseorang itu? Apakah tragedi yang berlaku? Kenapa keluarga Dila membenci Dila? Adakah mereka berjaya menempuh dugaan itu? Dapatkah anak anak mereka manerima mereka kembali? Adakah dila masih selamat daripada kemalangan? Semuanya dalam cerita teman yang teristimewa
All Rights Reserved
#34
putuscinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • RAESHA (Revisi)
  • HE'S A TOUGH BODYGUARD (DI ROMBAK)
  • Prince Untuk Alea
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Puzzle [#1 Last Romeo Series] (SUDAH TERBIT)
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • ATMOSFER [END]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines