Senyum yang lain
Di tengah taman yang bermekaran dengan bunga warna-warni, tawa riang dua sahabat kecil menggema seperti melodi musim semi. Shaila berlari ringan, rambutnya menari ditiup angin, diikuti oleh Fuji yang tak kalah ceria. Langit biru cerah, dan matahari memandikan mereka dalam cahaya keemasan.
Tiba-tiba, Fuji menghentikan langkahnya sejenak dan berteriak lantang, "Hei Shaila! Menikahlah denganku!"
Langkah Shaila terhenti. Ia menoleh dengan mata membulat, napas tersengal, dan wajah yang tercampur antara bingung dan terkejut. Detik itu seolah membeku-waktu melambat, bunga-bunga seakan menunduk menyimak.
Namun sebelum Shaila sempat menjawab...
Triiiing triiiing triiiing!
Suara alarm membuyarkan semuanya. Shaila terbangun dengan jantung berdebar dan keringat dingin di pelipisnya.
Itu hanya mimpi. Tapi mengapa hatinya masih terasa hangat...?