PELAKOR
  • WpView
    Reads 147,963
  • WpVote
    Votes 6,088
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Siapa sangka rumah tangga yang menjadi surga kecil di dunia harus hancur berantakan. Seolah-olah mereka sudah melupakan janji sucinya di depan banyak orang dan Tuhan dulu. Lupa untuk selalu mengasihi, mencintai, bersama-sama dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin. Lupa akan malikat-malaikat kecil yang juga ada di dalam rumah tangga mereka. Tidak ada yang menyangka bila rumah tangga keluarga Kurniawan akan hancur berantakan. HARTA. TAHTA. WANITA. Tiga hal yang membuat pria jatuh. Dio tidak perlu harta. Dio dan istrinya terlahir dari keluarga kaya raya yang hartanya tidak akan pernah habis sampai generasi ketujuh, begitulah kata orang-orang. Begitu pula dengan tahta. Posisi tertinggi di perusahaan ternama di ibukota adalah miliknya. Orang-orang begitu mengagumi keluarga Kurniawan. Tapi sayang, wanita. Makhluk hidup satu ini, adalah sumber bencana dalam keluarga ini. Dari hanya mencoba bermain-main saja hingga akhirnya Dio melukakan hati Diana, istrinya. Bukan hanya Diana saja. Tapi juga Dira, anak perumpuannya yang selalu mengidolakan sang ayah. Melihat langsung ayah, tercinta sedang bermesraan di muka umum bersama sang kekasih gelap nya. Diana berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya begitupun dengan anak-anak mereka. Semakin keras Diana berjuang, semakin keras juga Dio menjauh. Hingga akhirnya mereka menyerah. Menyerah untuk berjuang. Menyerah kepada yang Maha Kuasa untuk keluarga mereka. Apa yang sudah di persatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan kecuali kematian dan mungkin sekarang harus di tambahkan dengan PELAKOR. Karena PELAKOR membawa kepada kematian.
Public Domain
#76
harta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KITA
  • Terpaksa Menikah
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Dari Tetangga Jadi Rumah Tangga (HIATUS)
  • Karsa: Karena Kamu Adalah Daya (Tamat)
  • Harta, Tahta, atau Nyawa?
  • Istri buta pembawa keberuntungan Sang Mafia  (B×B) [ HITAUS DULU]
  • Bertemu Denganmu [TAMAT]

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

More details
WpActionLinkContent Guidelines