Delysand (Kutukan Mimpi)

Delysand (Kutukan Mimpi)

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 10, 2018
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Yuna tidak pernah tahu kepindahannya ke kota Delysand adalah awal dari suramnya kutukan untuk orang-orang terpilih. Dimulai dari mimpi yang membingungkan timbul pertanyaan-pertanyaan yang ia sendiri tak bisa mencernanya. Lalu siapa pemuda ber-iris mata toska yang selalu menyelamatkannya dalam mimpi? Bisakah ia bertemu di dunia nyata? Akankah kutukan itu bisa dimusnahkan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • THE DARK OF TIMES
  • Ethereal Inn: Secrets of the Moonlight Manor [End]
  • Misteri Rumah Tua
  • mylize magic
  • RANCU
  • Lukisan yang tak pernah selesai
  • Long Time Not Kiss You

Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan