DIKA
  • Reads 106
  • Votes 19
  • Parts 7
  • Reads 106
  • Votes 19
  • Parts 7
Ongoing, First published Feb 08, 2018
Sunyi sepi menemani keadaanku saat ini, di dalam ruangan kosong yang sesak aku sendiri ditemani tangis dan rintihan

Aku hanya mengenal 1 warna di dalam hidupku, warna hitam. Tanpa ada warna lain yang mengiringi kepergianku

Setiap malam aku berdo'a kepada Tuhan.
Setiap malam aku selalu merintih kesakitan kepada Tuhan, berusaha meminta tolong kepada-Nya 

Dan setiap malam pula aku selalu menyiksa diriku sendiri dengan segala perbuatan yang ku buat, dan tanpa kusadari aku telah dalam keadaan yang amat sangat 'rusak'

Semua itu ku lakukan hanya untuk 1 mimpi, 1 mimpi yang seharusnya bisa aku dapat dari sebuah keluarga. 1 mimpi yang amat sangat sederhana.

Aku hanya ingin 'KASIH SAYANG'

Sebuah 'kasih sayang' darii kalian semua!!!!
All Rights Reserved
Sign up to add DIKA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
Rafa [End💗] cover
Kesayangan Bunda cover
antagonis wife [TERBIT] cover
BABY CHANIE cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
After Graduation cover
He Fell First and She Never Fell? cover
The Best Of Miracle cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.