Sweet Lies [HIATUS]

Sweet Lies [HIATUS]

  • WpView
    LECTURES 693
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., mai 14, 2018
Pertemuan pertama yang menyebalkan, membuat Elsa harus mengenal si lelaki berwajah flat yang menyebalkan pula. Bagi Elsa, lelaki itu adalah sang dewa pembawa bencana alam yang dapat menghancurkan hidupnya sewaktu-waktu. Dan bagi lelaki itu, Elsa adalah seorang gadis bodoh dan polos yang dapat membawa kesialan baginya setiap waktu. Namun, ketika masa lalu kembali datang dan dengan tidak sengaja membongkar kebohongan-kebohongan manis mereka, salah satunya yaitu, diam-diam suka. Masih bisakah mereka untuk berbohong? [Update bisa saja slow dan bisa saja fast, tergantung inspirasi saya. Hehe] 13 Februari 2018
Tous Droits Réservés
#417
teenagers
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu