Future Scenery (Sebuah Antologi Cerpen)

Future Scenery (Sebuah Antologi Cerpen)

  • WpView
    Reads 2,323
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 9, 2019
Ini tentang Kinantan dan Biru Langit belia, yang hidup terisolasi dengan pengetahuan yang amat terbatas, tetapi berusaha memahami siapa mereka sebenarnya. Ini juga tentang Naia, pengelana tunggal di dunia pasca-apokaliptik, yang kemudian bertemu dengan Wira, lelaki aneh yang menumpang tidur di shelternya dan membayar dengan ikan. Juga tentang sudut pandang Cantika, gadis buta yang selama ini hanya hidup di dunia audio tanpa visual, hingga ia bertemu Abi, anak lelaki yang pandai bermain ukulele dan tertawa renyah. * Selamat datang di Future Scenery! Ada banyak kisah tersimpan di sini! Mungkin, ada harta karunmu di sini. * Catatan: urutan part saya susun berdasarkan yang paling saya suka. Update selanjutnya juga bakal seperti itu. *** Short Story Slice of Life Fantasy Sci-fi
All Rights Reserved
#67
robot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dusk In Your Eyes
  • [✔] Satu
  • Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu
  • Dirgantara (REVISI)
  • LIFE, FAMILY and LOVE ?
  • You Always Mine, Edrea.
  • CH Short Story
  • School Gay Ngsters Season 2
  • Annoying✔

Pernah mengenalmu dalam hidupku adalah anugerah. Menjadi dekat dengan mu adalah keajaiban. Di cintai lelaki seperti mu adalah keberuntungan. Puncak kebahagiaan ku adalah, ketika aku tahu bahwa esok hari kamu masih berpijak di bumi dan tetap menjadi milikku. 🌼 🌼 🌼 "Keinginan mu bukan? Baik, sekarang ini akan ku lepas, jangan salahkan aku, jika aku menemukan mu lagi kelak, tak akan ku lepas kau semudah itu." Sang gadis mengusap kasar pipinya yang berlinang air mata. Bukankah ini kemauan nya? Akhirnya di lepaskan dari kengkangan kehidupan ganas. Lalu, mengapa melangkah menjauh seakan salah? Gadis itu mengangguk, mencoba meyakinkan diri sendiri, "Tentu, aku rasa aku akan lebih bahagia sekarang. Selamat tinggal, terimakasih semuanya, jika saja ada yang bisa aku kembalikan, akan ku lakukan." "Bukan selamat tinggal, sampai jumpa kembali." Sebelum sang gadis kembali menyela, lelaki itu cepat-cepat buka suara, "Aku akan menemukan mu lagi." Mendengar hal itu, gadis putih itu tersenyum lembut, "Semoga." 🍂 🍂 🍂

More details
WpActionLinkContent Guidelines