Fradara
  • WpView
    Reads 930
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 3, 2018
Dara sayang sama Rain, tapi Rain gak pernah sadar. Dara cinta sama Rain, tapi Rain tetap acuh. Dara tulus sama Rain, tapi Rain gak pernah percaya. Dara suka sama Rain, dari dulu. Tapi Rain suka sama kakaknya. Bagi Dara, Rain itu harapannya untuk bertahan, bertahan dari segala masalah yang dituduhkan kepada Dara, sayangnya Rain itu gak pernah peduli. Mengetahui fakta bahwa orang yang dirinya sukai berpacaran dengan kakak nya sendiri adalah bencana. Tapi apakah Dara harus menyerah? Tentu saja tidak, ia akan terus berjuang sampai batin dan fisik nya lelah. 'kau seolah mengelak tentang apa yang kau rasakan, sebenarnya aku ingin kau berbalik dan melirik ku walau hanya sesaat, justru meskipun begitu aku semakin ingin memilikimu, memiliki hatimu, memenuhi pikiranmu, dan memiliki semuanya yang ada pada dirimu.' ''Jika kau ingin berteriak namun tidak bisa, pinjam saja suara hujan yang menderas malam-malam''
All Rights Reserved
#951
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • Tentang Dia [END]
  • Paradise
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • MISSHELLA ✔
  • 0°Celcius [End]
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARKALYA (END)
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines