Times
  • WpView
    Membaca 967
  • WpVote
    Vote 44
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 8, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Baru saja menyandarkan badan di kursi ruang lukis, dengan keringat mengucur dan napas agak sengal karena hampir terlambat masuk kelas, tiba-tiba Kak Dania berlari menghampiriku dengan tatapan secemas seperti sebelumnya pernah kulihat. "dek... ke UKS sekarang ya!" ucapnya sendu "...." Tanpa menjawab aku segera berlari ke UKS bersama Kak Dania. Benar dugaanku, ini soal Raka. Raka kambuh. Raka tidak bisa beraktivitas fisik terlalu lama sejak dokter menyuruhnya selalu mengurangi pola olahraga. Ringan memang, hanya asma, tapi itu semua yang menyebabkan dirinya melemah. Aku tau itu sejak pertama aku menolongnya yang hampir pingsan saat pelajaran menanam. Sejak saat itu juga, aku selalu ingin tau apa yang sedang dia lakukan ketika jauh dari aku. Begitupun Raka yang berpikir dia akan celaka jika jauh dariku. Padahal sebenarnya tidak juga, semua ini hanya soal waktu dan perasaan kami. _____
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#421
lovetriangle
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Sahabat, kenapa jadi suka?[On Going]
  • RE-SILIENCE (END)
  • Is LOVE
  • ALVASANDRA
  • Stupid Cupid
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • VIA-AMARA
  • Taken Slowly

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan