Masa Laluku

Masa Laluku

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 20, 2018
Bercerita tentang seorang perempuan berusia 13 tahun. Gadis ini memiliki keturunan keluarga yang taat pada agama. Ia bernama Siti Nurhamidah gadis kelahiran 22 Desember 1998 anak bungsu dari 5 bersaudara, kakaknya yang pertama bekerja di bidang pelabuhan dan kakak kedua bekerja sebagai tenaga kerja di salah satu pondok pesantren yang berada di pemukiman tempat ia dulu tinggal, saudara ketiganya perempuan bekerja di SD IT AR-RIDHO sebagai guru, dan saudara keempatnya sedang melanjutan pendidikan di IAIN RADEN FATAH. Dan dirinya sendiri sekarang sedang duduk di bangku Menegah Pertama. Nur atau kenul panggilan akrabnya di rumah dan lingkungan, sedangkan siti nama akrabnya di sekolah, nur terlibat rasa dengan salah satu murid dipondok pesantren yang saat ini diajar oleh kakaknya sendiri, siapa laki-laki itu dan bagaimana mereka bisa bertemu hingga terlibat rasa yang seharusnya mereka hindari.
All Rights Reserved
#85
cintaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • ZAHRA AURELIA
  • ZAIGAL [END]
  • 𝐁𝐢𝐚𝐧𝐚𝐜𝐚𝐥𝐚 [𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐠𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐝𝐞𝐬𝐚]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • Midnight Forest
  • Kita tanpa Kata [END]
  • ALTHAZAIN
  • 💞Takdir Cinta💞

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines