[HST 1] Enemies

[HST 1] Enemies

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 1, 2018
Cerita ini tidak hanya sekedar mengisahkan cinta yang begitu berbelit. Tetapi, cerita ini mengisahkan kehidupan dua belah remaja yang telah bersahabat semenjak mereka masih berada di rahim ibu mereka masing - masing. Jovi dengan sikap childishnya yang benar - benar menyebalkan, begitu juga dengan Marsha dengan ego yang membawa dirinya terbang sangat jauh. Jovi dengan prestasi tinggi dan skill tinggi dalam bidang basket yang menjadikan dirinya sebagai pemain basket paling muda yang masuk ke dalam tim basket provinsi DKI Jakarta, sehingga tim tersebut bisa memenangkan juara satu, sedangkan Marsha yang IQ-nya termasuk 10 besar di Indonesia serta kemampuan dancenya yang didamba - dambakan oleh para siswi di SMA Taruna Nugraha. Apa yang akan terjadi jika mereka berdua mengalami hal - hal yang belum mereka alami sebelumnya? "Don't wreck your mind too hard, babe." -Jovian Alejandro Yudhistira. "It'd be great, if we never push ourselves hard before, huft." -Marsha Aldavina Tanaya. ••• Enemies by nirmxxx, 2018.
All Rights Reserved
#70
marsha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kronik Damas
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Perempuan Kahfi
  • Fuck Girl [LLMxLTY,NYT,KDY,JJH,DSC]
  • Gasya (End)
  • Fantasi Cinta
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Beauty and the Boss

Damas itu peragu. Minderan. Realistis. Ia tidak mau jatuh cinta pada Astrid, anggota klub basket putri yang dipuja anak-anak olahraga SMA Bomantara, sebab gadis itu adalah seorang primadona, dan jatuh cinta pada primadona itu merepotkan. Damas tidak akan berhasil mendapatkannya sama seperti ia tidak pernah berhasil melampaui ekspetasi Papa dan ketiga kakaknya. Namun, dadanya berdebar-debar ketika mereka berbicara. Damas terus memikirkannya. Damas menunggunya sambil hujan-hujanan di lapangan basket. Damas ingin berubah menjadi lebih percaya diri demi dirinya. - photo by Joakim Honkasalo on Unsplash edited by semestasinestesia trigger warning(s): inferiority, family pressures Copyright © antariksach 2020 All rights reserved. No part of this publication may be reproduced or retransmitted in whole or in part, in any manner, without the prior written permission of the copyright holder, and any infringement of this is a violation of copyright law.

More details
WpActionLinkContent Guidelines