HE
  • WpView
    Reads 1,648
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 4, 2018
Kupersembahkan luka yang membuat rasa. Dia, seseorang yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Yang menggoreskan luka bukan dihati, namun didahi. Namun, apapun yang dinamakan luka pasti akan membekas. Sama seperti rasa yang tumbuh kepadamu. Kau mengubahku agar menjadi orang yang tegar meskipun kamu tidak selalu ada bersamaku. Dibalik dinginku beserta sebuah rasa, dibalik diammu beserta permintaan maaf itu. Aku penggenggam rasa untuk DIA.
All Rights Reserved
#120
fire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waiting For
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • TEMAN
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • TAK BERSAMBUT
  • Transfrom a cold soul
  • Reytara
  • You? Why not? (END) *ProsesEdit*
  • Happiness [End]

Gadis itu seperti angin yang berhembus di malam hari. Dingin dan menusuk kulit. Saat dia terpuruk dan terjatuh, dia tak akan menunjukkan rasa sakitnya. Lukanya. Dan yang paling jelas adalah sikap dinginnya yang entah sejak kapan dan bagaimana dia bisa memilikinya. Lelaki itu seperti bulan yang menyinari bumi di malam hari. Saat semua mulai menggelap, bulan itu menunjukkan sinarnya, sebagai sebuah harapan. Tak lupa juga sifat tidak terprediksinya yang membuat orang sulit untuk membaca pikirannya. Tapi siapa sangka jika lelaki itu punya alasan terkuat untuk kembali ke tempat dimana seharusnya ia berlabuh? Jika si gadis angin tidak ingin mencintai si lelaki bulan, lalu kenapa dia tidak bisa melupakan perasaannya? Well... Because you are the only one i've been waiting for - E.L (131115) Ilustration by On_seventeenth Copyright by On_seventeenth

More details
WpActionLinkContent Guidelines