INFITHAAR - Half from True Story

INFITHAAR - Half from True Story

  • WpView
    Membaca 1,293
  • WpVote
    Vote 242
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadLengkap Jum, Jun 14, 2019
Infithaar /Al-infithaar/ Terbelah, Hancur, lenyap sudah harapan indah, hancurnya kenangan lama, timbulnya hati gundah gulana. Jika semuanya sudah retak, hancur, dan lenyap, apa mungkin semua bisa kembali seperti semula? Seperti kaca yang telah pecah, rapuh, dan dibuang, kita tidak akan pernah bisa merubah kaca itu menjadi seperti semula Begitupula dengan kayu yang telah patah, telah gugur dari pohonnya, apakah kita bisa menyambungkan kedua kayu ini seperti sedia kala? Ini ceritaku, cerita tentang diriku Dari keseharian yang kelam, aku ingin hidup bahagia seperti anak usiaku pada umumnya. Aku ingin mencari kebahagiaan semu di dunia ini. Aku ingin mencari ketenangan ditengah pahitnya hidup. Dari keseharian yang kelam pula, aku mulai belajar apa itu melepaskan, aku mulai belajar tentang pahitnya hidup, tentang keikhlasan, dan tentang kesabaran. Awalnya aku belum mengerti apa itu brokem home? Apa itu perceraian? Tetapi disaat aku mulai mengerti, dari sini lah ceritaku di mulai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • FIZYA
  • Aleysha Please Don't Go!
  • Eliinaa
  • About Naskala [on going]
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Me And His Hopes

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan