La Luna
  • WpView
    Reads 1,243
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 14, 2018
Ini adalah tentang rembulan dan bintang yang saling menyapa. Ketika hati yang tertaut mulai mengetuk-ngetuk pintu angkasa. Ketika bahagia adalah matanya dan sedih ialah tangannya yang melambai kan perpisahan. Hati adalah hal yang sering sibuk mencari tautannya, tetapi ketika hati menemukan, dia bisa menetap dan mungkin tak akan pernah bisa pindah. Kasih selalu memenuhi dua insan yang saling merekatkan hati nya dalam kepercayaan. Meskipun langit mu mulai nanar di mataku, aku selalu menantimu, selalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sincerely, Milan
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Saat Dunia Tak Menatap Kearahmu
  • Flat Heart
  • Exodus
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Still You [END]
  • Fix, You! (completed)
  • [END] Blind Rainbow

Hai, mungkin aku tidak pantas untuk menulis seperti ini. Tetapi aku masih mencintaimu. Sama seperti tigapuluh menit yang lalu, tigapuluh menit yang akan datang, dan seterusnya. Hatiku terus memantapkan jejaknya kepadamu. Meraung-raung memanggil namamu, ingin memilikimu lagi. Namun apa daya, disini aku duduk termangu, menatapmu tertawa bersamanya. Melihatmu dan dia pergi bersama di akhir pekan, seperti yang kita lakukan dulu. Menyedihkan bukan? Ketika posisimu sebagai seseorang yang penting dalam hidupnya, kini tergantikkan dengan orang lain, yang sayangnya adalah sahabatmu. Sahabat yang seharusnya menjadi penopang ketika hatimu hancur karena cinta, justru pergi bersama cintamu. Membuat sendiri kisah cintanya yang bahagia. Untuk kamu yang bernama belakang Andromeda, semoga bahagia. Sincerely, Milan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines