Tinta Kehidupan

Tinta Kehidupan

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2018
Pada umum nya manusia itu lahir dalam keadaan bersih dan suci. Namun, dengan seiring nya perkembangan Usia, usia yang membawa nya pada sebuah kewajiban dan pertanggung jawaban atas kehidupan nya. Manusia pasti akan menemui tinta-tinta kehidupan nya. Karena pada hakikat nya tidak ada satupun manusia yang sempurna dalam menjalani sebuah kehidupan. Teringat salah satu hadist dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: :( كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون ) حسن. صحيح الترغيب والترهيب [ 3139 ] "Seluruh Bani Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat." (hasan, lihat shahih at-Targhib wa at-Tarhib 3139) Pada dasar nya tidak ada manusia yang suci didunia ini selain Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi, Manusia bisa mensucikan diri nya dengan kalimat Istighfar, menghapus dosa-dosa nya dengan Ibadah dan membersihkan kotoran hati nya dengan membaca Al-Qur'an. Manusia memilik sifat yang tidak menentu, kadang berprilaku baik, dan kadang berprilaku buruk. Karena hal itulah saya (penulis) tidak setuju dengan statement yang mengatakan bahwa manusia itu ada yang hitam dan ada yang putih. Tidak ada manusia yang hitam dan tidak ada manusia yang putih, manusia itu abu-abu pilihan nya, mau jadi abu-abu tua atau abu-abu muda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penciptaan Langit dan Bumi Dengan Segala isinya
  • Akhir ku, awal kenangan ku
  • Santri Bikanafillah (END)
  • Pahala Surgaku✓
  • Aku Ingin Tetap Baik
  • 30 HARI SEBELUM WAFAT
  • first & last love(On going)
  • Charger Iman Dengan Dakwah
  • BERSUMBERLAH PADA AL-QUR'AN (TO BE SMART & WISE)

SH kejadian 1:14-25 Setelah menciptakan hewan yang hidup di udara dan laut, pada hari keenam Allah menciptakan aneka jenis hewan yang mendiami daratan (24-25). Bila kita memperhatikan betapa beragamnya jenis hewan yang Allah ciptakan, kita pasti akan terkesan atas keindahan kreativitas Allah. Kesempurnaan kreativitas Allah tampak dalam penciptaan manusia sebagai makhluk yang utama dan mulia, karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (26-27). Ini memperlihatkan bahwa meski pun ada beberapa kesamaan dalam hal fisik dengan hewan tertentu, tetapi ada jurang perbedaan yang tidak terjembatani dalam hal kemampuan moral, intelektual, dan spiritualitas. Manusia dapat berkomunikasi dengan Allah dan merespons Allah. Manusia juga dikaruniai kemampuan khusus untuk mengembangkan diri agar hidupnya dapat dipakai oleh Allah. Itu sebab manusia diberi otoritas dan tanggung jawab untuk mengelola bumi dan segala isinya (28). Walau demikian, otoritas itu bukan merupakan hak bagi manusia untuk merusak alam. Perintah untuk menaklukkan bumi bukanlah perintah agar manusia menjadi penguasa arogan yang berlaku sewenang-wenang atas alam. Memanfaatkan kekayaan alam memang merupakan tugas manusia, tetapi bila proses pengolahannya mengakibatkan kerusakan ekosistem, jelas harus dipertimbangkan ulang. Bumi memang diciptakan untuk kepentingan manusia, tetapi kita harus ingat bahwa yang disebut manusia bukan diri kita saja. Ada orang lain yang ingin juga menikmati keindahan dan keasrian bumi. Kita harus ingat bahwa bumi ini bukan akan kita wariskan kepada anak cucu kelak dikemudian hari, melainkan sedang kita pinjam dari mereka. Maka jangan dirusak atau diperlakukan sembarangan, karena kita harus mengembalikannya dalam keadaan yang seharusnya baik. Mengimani bahwa bumi diciptakan Allah seharusnya menjadikan kita pelaku firman dalam memeliharanya, misalnya dengan berupaya mengurangi panas bumi. Caranya? Tanamlah pohon serta matikan lampu dan alat-alat elektronik bila tidak digunakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines