Tangisan Hujanku

Tangisan Hujanku

  • WpView
    Reads 2,141,024
  • WpVote
    Votes 121,581
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 10, 2022
Cerita belum di revisi sama sekali, banyak typo bertebaran kalau mau lanjut silahkan kalau nggak juga gak papa. Terima kasih. Aku yang mencintaimu sepenuh hati, sedangkan kamu tidak pernah memberikan rasa yang sama terhadapku. Dulu, aku pernah sangat mencintai hujan. Dulu, aku pernah menyimpan sebuah harapan pada hujan dan dulu aku pernah berlindung dibawah derasnya rintik hujan ketika air mataku menetes turun membasahi pipiku lebih deras dari hujan. Tapi itu dulu, sebelum hujan merenggut sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku, dan sebelum hujan mengambil satu-satunya sumber bahagia dalam hidupku.
All Rights Reserved
#2
pengganti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • The Perfect Wife For Ilyas
  • ABOUT HEART [ End ]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Jus't One Moment (TAMAT)
  • perjalanan cinta rumit
  • Under The Rain
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • Still You (END)
  • SECOND CHANCE

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines