GROW UP

GROW UP

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 26, 2019
"Dim..." lagi-lagi yang dipanggil tak menjawab. Seakan mengerti apa yang terjadi langit berubah menjadi gelap perlahan. Satu persatu orang-orang berhamburan pergi meninggalkan taman. Butiran airpun turun, gerimis. Menyisakan dua orang yang masih bertahan dalam keheningan. Sepi. "Dim... Bukannya kita sering berada diposisi kaya gini tapi tetep bertahan lalu kembali berjalan?" "Gak. Udah gak ada yang bisa diperbaiki lagi, Git." Jawab Dimas datar tanpa memandang lawan bicaranya. Hancur. Tidak ada lagi kesempatan untuk Gita. Malu, Gita malu. Ajakan balikan Gita untuk memperbaiki hubungannya yang putus setelah 2 tahun lamanya mereka pacaran tak lagi bisa ia dapat. Gerimis semakin membesar. "Aku pulang ya, Git." "Dim..." "Iya, Git?" "Mungkin hubungan ini bukan tidak bisa diperbaiki. Tapi kamu yang sengaja ingin pergi mencari yang lebih baik. Atau... malah sudah mendapatkan yang lebih baik." Gita bicara sembari tersenyum miris.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • FIZYA
  • Promise
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Arsyilazka
  • ADISA

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines