Story cover for GROW UP by ARDHANTY
GROW UP
  • WpView
    LECTURAS 261
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 261
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 4
Concluida, Has publicado feb 10, 2018
Contenido adulto
"Dim..." lagi-lagi yang dipanggil tak menjawab. 

Seakan mengerti apa yang terjadi langit  berubah menjadi gelap perlahan. Satu persatu orang-orang berhamburan pergi meninggalkan taman. Butiran airpun turun, gerimis. Menyisakan dua orang yang masih bertahan dalam keheningan. Sepi.

"Dim... Bukannya kita sering berada diposisi kaya gini tapi tetep bertahan lalu kembali berjalan?"

"Gak. Udah gak ada yang bisa diperbaiki lagi, Git." Jawab Dimas datar tanpa memandang lawan bicaranya. 

Hancur. Tidak ada lagi kesempatan untuk Gita. Malu, Gita malu. Ajakan balikan Gita untuk memperbaiki hubungannya yang putus setelah 2 tahun lamanya mereka pacaran tak  lagi bisa ia dapat. Gerimis semakin membesar. 

"Aku pulang ya, Git."

"Dim..." 

"Iya, Git?"

"Mungkin hubungan ini bukan tidak bisa diperbaiki. Tapi kamu yang sengaja ingin pergi mencari yang lebih baik. Atau... malah sudah mendapatkan yang lebih baik." Gita bicara sembari tersenyum miris.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir GROW UP a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Become an Extra or Main Character [END] de abcde_zzZZ
36 partes Concluida
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Stolen Before Fallen cover
Promise cover
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover
NYAMAN [Proses Revisi] cover
FIZYA cover
ADISA cover
Become an Extra or Main Character [END] cover

Stolen Before Fallen

39 partes Continúa

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁