
Semuanya tak terduga. Terlebih lagi diantara Nindya dan Ferdinand. Dua orang yang hampir separuh hidupnya berada di tempat yang sama namun tak saling mengenal awalnya. Ferdinand, sebuah nama yang terdengar begitu nyaman di telinga Nindya. Namun, itu bukanlah nama yang sama, bukanlah nama untuk seseorang yang Nindya tuju. Lelaki yang pernah membantunya di kantin sekolah, yang membuat Nindya merasa bahwa dia baru saja bertemu seorang pangeran, yang pernah sedikit menyentil pintu hatinya untuk terbuka, bukanlah seseorang dengan nama Ferdinand. Semuanya terasa berjalan begitu cepat, hingga langkah menjauh pun terasa melambat. Nama itu sudah tertanam jauh dan dalam di hati Nindya, tanpa memastikan apakah laki-laki itu benar-benar seseorang dengan nama Ferdinand. SMA M2 Kota Bengkulu yang saat itu menjadi awal dari pertemuan mereka, bukan hanya menjadi tempat kedekatan, namun juga tempat kesalahpahaman. Nindya tidak pernah lagi bertemu dengan lelaki yang pernah membantunya itu meskipun satu sekolah. Namun, Ferdinand terus berusaha untuk mengenal dan dekat dengan Nindya. "Meski dia pernah membantumu dahulu, tapi aku yang mencintaimu terlebih dahulu". Lalu apa yang akan terjadi jika Nindya salah orang dan sudah terlanjur menyelipkan nama tersebut dihatinya?All Rights Reserved
1 part