KARMA IS REAL

KARMA IS REAL

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 27, 2018
Kisah ini bukan tentang cinta sejati yang bertemu, lalu berakhir bahagia. Kisah ini tentang sebuah takdir yang menyatukan dua insan yang saling mencintai, saling menghargai, saling melindungi, tapi sayang takdir berkata lain pada nasib mereka di akhir cerita. Mereka memang ditakdirkan untuk bersama dalam beberapa waktu, tapi takdir berkata tidak untuk kebersamaan mereka dalam jangka waktu panjang. Mereka seperti pelengkap kehidupan yang mustahil bersama. Mereka adalah cinta sejati yang berakhir mengenaskan. Aku tahu kalian tahu akhir cerita ini. Tapi, aku tahu kalian tidak tahu, bagaimana kisah cinta ini terbentuk?, Bagaimana kisah perjalanan kisah konyol ini?. Kalian tidak tahu bukan. Lewat cerita ini, aku ingin kalian berpikir dua kali untuk mencintai, karena resiko yang nyata akan cinta yang menyakitkan!
All Rights Reserved
#2
youknow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Masih Adakah Cinta? (Tamat✓)
  • Protection
  • Ragu
  • Ikhsan Farel Pratama
  • Runaway 1 [ZhanYi] ✔
  • Destiny (Xicheng)
  • Sun Love
  • BLUE IRIS FLOWER
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines