I More Love U [ Vakum ]

I More Love U [ Vakum ]

  • WpView
    LECTURAS 843
  • WpVote
    Votos 651
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 15, 2018
"Nih cowok punya kepribadian ganda ya?" Setelah Vaysa bertemu dengan cowok itu. Vaysa tak pernah henti nya memikirkan tentang cowok itu. Entahlah, dia itu cowok yang beda banget dengan cowok lain. Dia kadang baik, jahat, dingin, panas. Pokoknya sifatnya berbagai macam. "Lo terlambat, lo di hukum, sana ke lapangan berdiri." Bertemu dengan sang ketua osis bukan hal yang terlalu buruk bagi Vaysa, bahkan Vaysa bersyukur sudah di pertemukan dengannya. Pasalnya Vaysa selalu dibantu dan ditolong olehnya, walaupun kesan pertemuan pertamanya kurang mengenakkan. "Itsss.... Kalau jalan itu pake mata dong." Kehidupannya tak lagi tenang seperti biasanya saat ia bertemu dengan Sasya.Sasya adalah seorang Cewek tercantik dan terpopuler di sekolah nya, bahkan dia yang memegang saham sekolahnya. Jadi tak ada orang yang berani untuk melawannya. Tapi Vaysa tak pernah kesepiaan. Karna ia masih mempunyai Seorang Ibu yang selalu menjaganya dan setia menyayanginya. Ia juga mempunyai seorang sahabat seperti Elva dan Jelo yang selalu menemaninya dan membuat Vaysa tertawa. Akankah Vaysa bisa menjalani hidup yang begitu keras ini???
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Numbness (selesai)
  • CRAZY GIRL [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • My Cold Boyfriend
  • Your Crush | Eunwoo • Jisoo |
  • Diary untuk Arland [Completed]
  • Letha
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • RAISEN
  • the hope

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido