ASAL-USUL DESA KOPYAH

ASAL-USUL DESA KOPYAH

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 10, 2018
Dikisahkan pada tahun 1510 disebuah desa kecil dengan minimnya penduduk . Kala itu desa tersebut masih dijajah oleh bala tentara belanda. Yang selalu memberontak desa seisinya tanpa pandang bulu, dengan kejam hampir setiap harinya hilang puluhan nyawa manusia karna kekesalan tentara belanda. Pada saat itu juga hidup lah seorang keturunan dari kerajaan majapahit yaitu "RADEN PATAH".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GARBHAPATI
  • Sandyakala [ON GOING]
  • Majapahit 1478-1527  Arya Soma
  • Athanasia Van Bristen [TAMAT]
  • Ksatria Majapahit 6 eps Perang Wangsa Rajasa 2
  • SMARA DALAM BAYANG
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Contra Mundi II - Anak-anak Manusia
  • 𝗠𝗔𝗥𝗧𝗢𝗣𝗨𝗥𝗢

Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung; puja-pujian bagi darah campuran pengkhianat dan pejuang yang bersatu, melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya: Jayanegara-yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tiada sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ia tumbal demi kemurnian tahta, kekuasaan fana yang ditebus leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan singgasana yang berlumur durhaka. Dan kini, ramalan menggantung di ubun-ubunnya: wafatnya akan seiring dengan kecewanya Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisnya yang patah, mendengar amuknya yang terpendam dalam sunyi; dendam disemai, dan segala kutukan Kala menghantam jiwanya tanpa ampun. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, mengutuk setiap tapak yang ia tinggalkan di bumi. Namun Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-Nya yang menggelegar, mengabulkan doa-doa Jayanegara yang terisak di antara dupa dan darah: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad ke-21, mengembara mencari cintanya yang hilang, memungut serpihan jiwa yang telah lama lenyap, di bawah bayang-bayang Kala Ratri yang tak pernah tidur. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines