Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Single

Single

  • WpView
    Reads 4,514
  • WpVote
    Votes 445
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Tidak ada yang salah dengan menjadi single hingga usia duapuluh sembilan tahun. Fara Nashwa Azzahra meyakini hal itu. Tapi keluarga dan masyarakat, tidak sejalan dengan pemikirannya. Dia mencintai dirinya sendiri, itu sebabnya ... Fara merasa bahwa dia bisa hidup tanpa seorang lelaki hingga saat ini. Menghabiskan hidupnya dengan bekerja untuk keluarga, memenuhi semua kebutuhan orang-orang terkasihnya ... Adalah tujuan hidupnya selama ini, sebelum jodohnya tiba. Diusia 29tahun, dia masih berdiri sendiri dalam menjalani hidupnya. Orang-orang menikah. Kakaknya menikah. Adiknya menikah. Fara ... Belum juga merasa cukup dengan pengabdiannya. Diam-diam, tanpa orang lain ketahui, Fara hanyalah seorang perempuan yang menyimpan banyak ketakutan dalam hidupnya.
All Rights Reserved
#456
single
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 'cause this one means forever [COMPLETED]
  • Fated (Tamat) ✓
  • Zero-sum Love [FIN]
  • MARRIAGEPHOBIA  (DICTATOR BOSS 1st VERSION)
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • RAKSARAS [END]
  • The Divorce Paper
  • Jangan ingin jadi aku (Hiatus)
  • Marry Me Marry Me Not

Jadi tulang punggung keluarga sejak belia membuatnya sangat menyukai uang. Ia banting tulang melakukan pekerjaan apa saja asal bisa makan. Asal bisa memberi keluarganya makan. Setiap kesempatan akan coba ia raih. Setiap peluang akan berusaha ia dapatkan. Menjadi Brand Manager sudah menjadi incarannya. Setidaknya dengan posisi dan tanggung jawab yang sebesar itu, ia tak akan risau lagi untuk urusan finansial. Ia tak harus mengambil pekerjaan di akhir pekan. Ia hanya ingin sedikit saja punya waktu untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan tunggakan. Ketika kesempatan itu menyapa, ia tahu bahwa pilihannya hanya satu. Ambil dan terus maju. Masalahnya posisi itu tak datang cuma-cuma. Ia tak jadi brand manager atas merek yang sudah ada. Gaji dan bonus yang ditawarkan memang melampaui ekspektasi, tapi yang jadi persoalan adalah merek yang ia kelola ini milik seseorang sebelumnya. Sialnya lagi, seseorang ini pernah membuat hampir kehilangan pekerjaan sebelumnya. Dan lebih sial lagi, seseorang ini harus menjadi partnernya dalam bekerja. Tapi jika ia mundur, keluarganya tak akan bisa makan. Mampukah ia menjalani semua ini? Akankah ia mengambil kesempatan yang ada di depan mata dan menerjang semua badai yang siap menelannya

More details
WpActionLinkContent Guidelines