Gadisa Ananda.
Perempuan pengidap buta warna parsial yang terpaksa melupakan cita-citanya sebagai dokter. Namun, Gadis tidak semudah itu menyerah. Ia berpindah haluan untuk berambisi menjadi jodoh calon dokter muda.
Geraldi Mahendra.
Laki-laki penabur micin dan membuat banyak orang keki. Seharusnya, ia membatalkan perubahan namanya dari Budi menjadi Geraldi karena bisa jadi kesialannya berawal dari sana. Kepalanya pernah dijahit karena ulah bebal Gadis dan rentetatan kejadian menjengkelkan semuanya berawal dari Gadis. Hingga keduanya sulit akur dalam satu ruang yang sama.
Namun, semua pandangan Gege perlahan berubah saat melihat sisi lain dari Gadis.
"Ngapain lo cari kebahagiaan lain kalau orang di depan lo lagi berusaha bikin lo bahagia?"
Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat.
***
"Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau.
"Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti.
Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini.
°°^^°°
"Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru"
~Shella Novelia Az-Zachary
"Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki"
~Arion Lavi Pradipa
Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭
DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤