ALWAYS

ALWAYS

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Sepertinya angin membawa kita ke tempat yang sama. Aku benci untuk mengakui bahwa diriku merindukanmu dan diriku tidak ingin untuk bertemu dengan mu, lagi. Namun, sepertinya Tuhan telah menyiapkan rencana untuk kita berdua? Tentu. Selayaknya cinta ada suka dan duka. Apakah cinta pertama dapat menjadi cinta terakhir atau hanya sebatas percintaan remaja biasa?.
All Rights Reserved
#37
always
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • Pal In Love
  • love story at school
  • Satu Titik Dua Koma
  • {Bukan} Sahabat Jadi Cinta
  • MY BEST MISTAKE
  • Just See U From Afar
  • DIRA [COMPLETED]
  • Rendezvous.
  • Friendzone | END |
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines