menamaimu puisi

menamaimu puisi

  • WpView
    Reads 15,507
  • WpVote
    Votes 772
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 16, 2019
Ada banyak cara untuk mencintaimu, tapi tak satupun kulakukan, kecuali merindukanmu. -Menamaimu Puisi- Persamaan kopi dan rindu: sama-sama pahit dan membikin candu. -Senja, Kopi dan Rindu Yang Meluka- Lagi-lagi aku lupa bahwa mencintai seseorang yang tidak kamu kenal sama sekali adalah sebuah kesulitan yang teramat sangat. Dan mengenalkan diriku padamu adalah kesulitan teramat sangat yang lain. -Cinta dan Tuhan Yang Terlupakan- Jika rinduku hadir kembali, maka siapakah orang yang akan memenuhi otakku, jika bukan Aryan? Aryan bukanlah alasan untuk rindu. Bukan juga cerita yang jadi rindu. Aryan adalah rindu itu sendiri. -Rundu Dari Sydney- Ranea, manusia tak dapat mengubah takdir, meski ia kembali dengan mesin waktu. Bagiku, lebih baik menyusun masa depan, daripada memaksakan yang telah berlalu untuk sesuai dengan keinginanmu. -13:36- Perjalanan ini teramat berat. Maka aku tak membawa apa-apa untukmu. Aku hanya membawa sepotong kata yang kuambil dari namamu. -Sepotong Kata Itu Kuambil Dari Namamu- Buku ini berisi kumpulan cerpen untukmu yang ingin tahu lebih banyak tentang cinta, rindu dan beberapa turunannya. --- Rank: #5 in Kumpulan Cerpen Rank: #1 in Kumpulan Cerpen (March 16 2019)
All Rights Reserved
#144
kumcer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • ℂ𝕠𝕟𝕧𝕖𝕟𝕚𝕖𝕟𝕔𝕖
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Kopi Buat Bulanku
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Random Story

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines