SEVEN DAYS

SEVEN DAYS

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 12, 2018
Mereka menikmati makan malam dalam diam.makanan yang lezat d padu dengan suasana yang benar benar indah dan romantis tentunya.lilin yang mengelilingi mereka,benar-benar membuat Alea merasa menjadi wanita paling beruntung. "Ini lebih indah daripada kencan d restoran mewah...."Alea berdecak kagum. "Iya memang.masakannya juga lebih enak daripada masakan d restoran mewah,"lanjut Arvin sambil mengedipkan satu matanya.centil. "Bisa aja kamu." "Lea,bayangin deh.sepuluh tahun lagi,aku dan kamu mengulang momen ini lagi,bersama anak pertama kita."Arvin mulai menatap dan menyentuh tangan Alea.bayangannya sudah sejauh itu.sementara Alea menanggapinya dengan senyum malu-malu. Malam itu mereka habiskan untuk melihat bintang,berbincang,dan mengutarakan isi hati masing-masing.sampai akhirnya Alea tertidur d dada bidang Arvin.
All Rights Reserved
#18
arvin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • [SELESAI] Jika Tidak Denganmu. Maka Tidak Dengan Orang Lain [Season 1 & 2]
  • ALENCHA [END]
  • ALRIN
  • RION IS MY MANTAN!
  • Cinta untukmu wanita liarku(Tamat & Lengkap)
  • ALESYA (END)
  • DUDA TAMPAN
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • Auristela

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines