Bad-Ice
  • WpView
    LECTURES 507
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mars 29, 2018
Alula Farzana Ayunindya Lula itu orangnya suka buat masalah, suka bolos,suka buat kerusuhan, suka nyari ribut, suka ice cream, dan lebih suka sama orang yang namanya Arkan Harith Putra. Tapi sayang arkan adalah orang dingin yang bicaranya singkat terhadap lawan bicaranya apalagi sama lawan jenisnya yaitu perempuan. "Liat aja nanti pasti gue akan jadi prioritas lo." ----------- Arkan Harith Putra Arkan itu orang baik-baik,cerdas, gak suka keributan, gak suka bolos dan point yang sangat penting yaitu harus menghindar dari makhluk yang bernama Alula Farzana Ayunindya. Menurutnya lula itu cerewet,gak bisa diam dan sering membuat hidupnya tidak tentram. "Lo gila ya."
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lantas (END)
  • Transmigration : Aluna Side Story
  • Attention
  • KATAKAN itu CINTA
  • ARLANA | NANON-FILM RACHANUN
  • PARALYZED
  • my life friend
  • Friendzone
  • SHALFA [SUDAH TERBIT]

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu