Promise

Promise

  • WpView
    Reads 21,524
  • WpVote
    Votes 3,449
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 2, 2018
Cover by GRACE. Dulu, kamu pernah bilang kalau kamu mau menjadi seperti kedua orang tua kamu yang pacaran dari SMA hingga saat ini. Dulu kamu juga pernah berjanji untuk tetap bersama aku apapun itu kondisi dan keadaannya, walaupun terpisahkan hanya karna ajal menjemput dan akan kembali bersama di Surga. Aku baru sadar saat ini. Itu hanya rayuan gombalan murahan yang dulu kamu berikan. Dan bodohnya aku percaya dengan gombalan itu. Bahkan sekarang saja kamu dimana aku tidak tau. Bagaimana mungkin aku percaya dengan janji janji yang pernah kita ucapkan dulu? Benar kata orang, kalau waktu adalah musuh yang paling berbahaya. Waktu dapat merubah segalanya. Termasuk merubah sifat kamu, mengkikis segala perasaan cinta kita. Apakah aku harus menunggu sampai kamu berubah dan kembali untuk menepati janji kamu? Atau aku harus menyerah dengan keadaan. Ini dunia nyata bukan dunia fantasi. Tidak semuanya berakhir dengan happy ending. Dan pada akhirnya tidak semua janji yang meminta pertanggung jawaban untuk ditepati. Tapi mungkin saja, ada suatu keajaiban yang terjadi. Bisa saja karna kekuatan cinta kita, janji akan mempertemukan kita kembali. Namun apakah itu terjadi apabila tidak ada cinta di hati kamu untuk aku?
All Rights Reserved
#770
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Full Of Scratches
  • You're Here, But Not For Me
  • SalFlo
  • Sekali Lagi (End)
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Certainty [REVISI & TERBIT]

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines