We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Para Bunga

Para Bunga

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam tekanan ku dibesarkan Dengan keadaan aku didewasakan Dan dari kebebasan aku belajar (Hanna Rosa) "Perempuan itu ibarat bunga. Baunya semerbak. Entah itu harum atau bau bangkai. Tinggal mereka yang memutuskan akan memilih yang mana. " (Sekar Ambar Arum) "Wanita cantik itu adalah mereka yang mampu menjaga kesetiaannya." (Daisy Ayunina) Kisah tiga perempuan dengan sifat dan prinsip yang berbeda, menghadapi kerasnya hidup sebagai mahasiswa yang juga bekerja dan tetap memegang teguh agama di tengah hiruk-pikuk masyarakat metropolitan. Membagi waktu antara bekerja, kuliah, mengaji, dan berdakwah serta memilah keuangan yang luar biasa pas-pasan. Belajar merasakan asam manis kehidupan, merasakan nikmat yang tidak disadari sebelumnya. Yuk intip keseharian mereka dalam kisah 'para bunga'. Tiga sekawan Rosa, Daisy, dan Sekar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POISONED LOVE
  • The Man
  • Menyimpan Rasa (END)
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • TERGARISKAN
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • mekar di antara dua dunia
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata

Kebaikan dan pertolongan yang diberikan gadis cantik itu membangun sebuah cinta yang kian lama menjadi obsesi dan menimbulkan rasa kepemilikan yang sering dikenal posesif. Ini menceritakan kisah cinta antara Allora Catherine dan Albara Morgan. Pertemuan mereka yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, membuat mereka saling merasakan cinta yang sudah lama hilang ditelan masa. Cinta yang diberikan oleh Bara, terus berlarut sampai menjadi belenggu obsesi, bahkan disertai dengan sifat posesifnya. Namun, Allora tak pernah menyadari cinta racun yang diberikan oleh Bara. Akankah lambat laun Allora sadar bahwa itu bukan cinta yang sehat? Dan akankah Bara terus menerus mendekap Allora dengan duri yang ia miliki? ◎◎◎◎ "Ah, tangan mu terluka, tuan. Sebentar, aku membeli dulu obat luka ya, tuan tunggulah disini." "Saya tak butuh bantuan anda, nona muda." ◎◎◎◎ "Kemarilah, baju anda terlalu terbuka, sayang." "Tapi aku suka iniii." Allora merengek. "Jika anda terus menerus membantah, tak perlu ikut. Tidurlah jika begitu!" "Emm, baiklah." ◎◎◎◎ ⚠️ Jika ada kesamaan nama tokoh, latar belakang, ataupun visual tokoh. Mohon maaf, mungkin itu hal yang tak disengaja. ⚠️ Karya ini murni, hasil permikiran saya sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines