Para Bunga

Para Bunga

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2018
Dalam tekanan ku dibesarkan Dengan keadaan aku didewasakan Dan dari kebebasan aku belajar (Hanna Rosa) "Perempuan itu ibarat bunga. Baunya semerbak. Entah itu harum atau bau bangkai. Tinggal mereka yang memutuskan akan memilih yang mana. " (Sekar Ambar Arum) "Wanita cantik itu adalah mereka yang mampu menjaga kesetiaannya." (Daisy Ayunina) Kisah tiga perempuan dengan sifat dan prinsip yang berbeda, menghadapi kerasnya hidup sebagai mahasiswa yang juga bekerja dan tetap memegang teguh agama di tengah hiruk-pikuk masyarakat metropolitan. Membagi waktu antara bekerja, kuliah, mengaji, dan berdakwah serta memilah keuangan yang luar biasa pas-pasan. Belajar merasakan asam manis kehidupan, merasakan nikmat yang tidak disadari sebelumnya. Yuk intip keseharian mereka dalam kisah 'para bunga'. Tiga sekawan Rosa, Daisy, dan Sekar.
All Rights Reserved
#966
comfort
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • mekar di antara dua dunia
  • TERGARISKAN
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines