like a star

like a star

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 8, 2018
"oke terserah Lo aja.". Hanya itu yang ku ucapkan padanya. Aku memandang nya dengan tatapan getir. Aku ingin segera beranjak dari tempat ini.. Dimana tempat yang ada diri nya.. Aku tak sanggup. Aku ingin rasa ini cepat berakhir.. Sesuai dengan apa yang dipermintakan. Cinta padanya membuat ku menjadi sosok yang penurut. Menurut untuk tidak meninggalkan nya. Menurut untuk tidak melupakan nya. Menurut untuk selalu berharap padanya.. Bahkan.. Aku pun menurut untuk diam tatkala kau berkata "jangan pernah menginginkan aku lagi".. Itu yang membuat ku terbelenggu dalam cinta yang ambigu Terperangkap dalam cinta yang gagap. Terperosok dalam cinta yang rongsok.. "Sudahlah aku akan berusaha untuk itu". Ucap ku sekali lagi.. Dan langsung beranjak dari tempat itu. Meninggalkan nya dalam keputusan bejatnya. Walaupun aku tak tau apakah aku sanggup menghapus semua ingatan tentang nya.. #naya reganita putri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • My posesif man!
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Always Loving You
  • WISHES.
  • Cinta Yang Tertukar (finish✔️)
  • Soal Rasa 2
  • Pelangi
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines