Malaikat Berlesung Pipi 2 [END]

Malaikat Berlesung Pipi 2 [END]

  • WpView
    Reads 17,377
  • WpVote
    Votes 488
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
Sejatinya cinta tak pernah bisa setia pada satu orang, ketika Alan telah memutuskan bahwa Erum lah yang akan menjadi Cinta Sejatinya, seorang perempuan bernama Ulya itu datang sebagai sebuah Bencana. Pun dengan Ulya, ditengah kesetiaannya pada Aditya Sedang mekar-mekarnya, Erum Datang Menyeret dengan Paksa perempuan itu Ketengah-tengah Keluarga kecilnya dengan Alan. Lantas Bagaimanakah kisah rumah tangga ketiganya? Benarkah poligami itu hanyalah sebuah Mimpi buruk bagi para wanita dan Tidak bagi Lelakinya? Lalu, benarkah Cinta yang menyapa Ulya itu adalah cinta dari Alan?
All Rights Reserved
#23
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • GA HARUS NING 🖤✨️
  • ISTRI KETIGA
  • GADISNYA AYYAN [TAMAT]
  • ELAN [END]
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • BETWEEN LOVE AND DESTINY
  • [NOT]FAKE LOVE (Marriage of The Unbroken) ✔
  • Tangisan Hati (Completed, Cacat Logika)
  • Segetir Rindu

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines