Serpihan Rindu

Serpihan Rindu

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Nathan menyesal ketika Fellisa koma di rumah sakit dan ia menangis sejadi-jadinya.Mengapa selama ini ia memendam cinta yang begitu dalam,sementara Fellisa juga mencintainya.Nathan menemukan surat cinta yang ditulis Fellisa di buku pelajaran yang ia pinjam."IZINKAN AKU MELUKIS CINTA DI HATIMU".Tulisan itu membuat hati Nathan terhenyu dan menemui Fellisa di rumah sakit.Ia datang ketika Fellisa terbaring tak berdaya.Ia berusaha menguncang tubuh Fellisa agar bangun menatapnya dan ingin mengatakan cintanya pada Fellisa.Kini sang bidadari kecil telah menjadi seorang gadis cantik dan sempurna.Fellisa pergi dengan semua kenangan terindah "Fellisaaa....Jangan pergiii..."Nathan menjerit dan menangis,namun Fellisa tetap tertidur Alvin yang dengan susah payah menemui Fellisa juga merasa terpukul.Dengan perlahan ia merengkuh tubuh Fellisa dan sebuah keajaiban pun terjadi.Denyut jantung Fellisa berdetak kembali.Alvin terkejut dan menangis sambil memeluk Fellisa.Benarkah Alvin cinta sejatinya?
All Rights Reserved
#112
novelremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  •   Dia nadine
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Stolen Before Fallen
  • Arsyilazka
  • Take Me Back!
  • Angsana Berbunga Untuk NATUSHA
  • Persona
  • Refleksi
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines