Aku Dan Takdirku

Aku Dan Takdirku

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida lun, feb 12, 2018
Kehancuranku bermula saat orang yang paling ku sayang pergi meninggalkanku. Dan yang lebih menyakitkan lagi pergi tanpa pamitan terlebih dahulu. Semua terasa mimpi, tak pernah ku membayangkan hal itu akan terjadi padaku. Sejak itu pulalah, hidupku terasa mati. Seakan semua kebahagiaan yang ku rasakan sebelumnya hilang bagaikan debu tertiup angin. Tertawa, iya tertawa ku tampakkan. Tapi ku tak bisa membohongi mata dan hatiku. Pandangan ku kosong, begitu juga hatiku, sangat-sangat kosong. Sakit, ya sakit yang dirasakan kehilangan seseorang yang tersayang. Orang yang selalu menjadi penyemangat, orang yang menjadi cahaya dan arti kenapa aku ada di dunia ini dan untuk apa aku ada. Ya.... disinilah mulai takdirku dengan ketimpangan penyemangat dalam hidupku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • ngger adalah vandyku
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Tentang Kita
  • Perjalanan Cintaku...
  • You And I
  • THIS YOU!!?

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido