Biar Aku

Biar Aku

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2018
Cewek itu kini tak dapat membendung airmatanya kali ini. Ini terlalu sakit, benar-benar sakit. 'Putus?' Kenapa dengan mudahnya cowok dihadapannya itu mengatakan itu disaat hatinya sudah Ia jaga hanya untuk cowok itu. "Maafin gue, len." Cowok itu, menarik Elen dalam dekapannya berusaha untuk menenangkan mantan kekasihnya itu. Tak tahu kah Ia? Bahwa perlakuannya malah membuat tangis Elen semakin pecah. "Gue ga mau nyakitin lo terus. Gue sayang sama lo sebagai 'sahabat gue'. Karena gue ga bisa maksain hati gue untuk sayang lagi sama lo lebih dari itu." Elen benar-benar merasa dadanya begitu sesak mendengarnya. Cowok itu-Nino-kini merenggangkan pelukannya dan memegang kedua bahu Elen lalu menatapnya penuh. "Lo pasti dapet yang lebih baik dari gue."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keano
  • Behind Bullying [END]
  • My Three Brothers [Terbit]
  • REGARA (COMPLETED)
  • NALA 2: The Storm We Called Love
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • DRABIA [END]
  • REGRET
  • Aku Takut Dicintai
  • Masa SMA [Completed]
Keano

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines