Magishan [Light Novel - Bahasa Indonesia]

Magishan [Light Novel - Bahasa Indonesia]

  • WpView
    Прочтений 302
  • WpVote
    Голосов 1
  • WpPart
    Частей 8
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published срд, авг. 28, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sepasang yatim piatu, Neo dan Viri yang tinggal di sebuah kota kerajaan manusia mengalami hal - hal yang menyeret mereka ke berbagai permasalahan rumit. Neo dengan kemampuan pedangnya, serta Viri dengan kemampuan sihirnya, berusaha menyelesaikan satu persatu misteri yang terasa sulit dan begitu mencurigakan yang melibatkan ketiga ras terbesar di benua. Apa yang akan menghalangi mereka? Dan dapatkan keduanya bertahan?
Все права сохранены
#156
politics
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • RARA : Seruni Sentuhan Magis
  • Terraciel World: A Rival But Tempting
  • Echo of NOVA
  • REX-Nya ALA [TERBIT]
  • Harmoni Cahaya dan Kegelapan (Violina)
  • [COMPLETED] Nefertiti Trilogy (Book #01 : Midnight Sun).
  • ATTACHED

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту