Butterflies in My Tumb

Butterflies in My Tumb

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 17, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kaluna : cewek manis yang hobi banget nonton drama. Entah itu drama Korea, Jepang, Thailand, bahkan sampai drama India. Sering banget ngayal hidupnya kayak di drama drama yang dia tonton. Dan bener aja hidupnya berubah jadi drama semenjak ketemu Eiden, cowok super ganteng yang ramah, baik hati, platonis, suka menolong pokoknya khas second lead malenya drama Korea. Wait? second lead male? hmmbb... Meisya : Mak comblang paling nge-hits di SMA Bendera. Track recordnya udah yang paling gemilang pokoknya, karena selama tiga tahun jadi mak comblang dia cuma sekali gagal dalam misinya. Tapi gegara Vino cowok cupu se-indonesia raya yang minta dicomblangin sama salah satu kembang desanya Bendera, Meisya jadi harus mempertaruhkan semua kredibilitasnya sebagai makcom. Andira : Cewek cantik yang gak nyadar kalo dirinya itu cantik dan jadi rebutan di Bendera. Aktif di segala kegiatan OSIS dan kesenian ( doi anak ekskul musik ). Gara - gara murid pindahan baru yang gak disangka - sangka, masa lalu yang harusnya jadi kenangan manis berubah jadi sesuatu yang paling dia benci. Ini cerita tentang 3 sahabat yang lagi dilanda virus merah jambu. Gak selamanya nyenengin, ada saat - saatnya pahit ketika patah hati. But, you know what? you never know, if you never try... haha.. selamat jatuh cinta. ... Nb : ini sebenernya FF yang pernah aku publish di fb beberapa tahun yang lalu, tapi dikarenakan boyband yang aku pake sebagai cast udah bubar, jadinya aku tulis ulang dengan beberapa detail perubahan. yaahh... semoga masih berkenan dibaca.. :))
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • 36 days with you {saida} [End]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Cactus...
  • Bendahara Kelas [Completed]
  • New Universe : Transmigration
  • Seventeen Years Old
  • RASKAY : We Are Friend ? You Okay With That ? [END] ✅
  • Bukan Sekedar Kagum
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

More details
WpActionLinkContent Guidelines