Aku Orang Jahat

Aku Orang Jahat

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 1, 2018
Prakata Waktu itu aku baru saja nyampek di Jember. Tempat aku kuliah selama 3 tahun ini. Sebenarnya belum waktunya masuk kuliah sihh.. Tapi karena ke'rempong'an mahasiswa (otw) semester akhir yang membuatku akhirnya kesini sebelum waktunya. Btw, kalau kalian tanya Hobiku, Hobiku bukan nulis, hobiku mager. Jangankan keluar buat seru-seruan atau main. Keluar kamar aja jarang, kecuali kalau ada keperluan semisal ke kamar mandi. But, itulah aku si anak yang suka menyendiri. Hahah 'ngga' deng, aku anaknya asik kok, asik buat nge'ghibah'in orang maksudnya. Hehehe Aku gak tau gimana cara nulis buat menarik dibaca orang. Karena dulu sempat suka menulis tapi akhirnya selalu putus di tengah jalan. Gara garanya, aku selalu memaksakan diri agar tulisanku ini indah bak pujangga yang aduhai, dengan kata kata puitis dan pengibaratan tingkat tinggi yang bahkan aku sendiri bingung menafsirkannya. Itulah kenapa aku jarang baca buku yang berat-berat. Bisa bisa aku mimisan! Oke! Gak penting! Sekarang aku akan cerita kenapa aku mau nulis ceritaku kayak gini, semua ini tentang aku yang tumbuh jadi orang berbeda dari aku yang dulu *** Beberapa jam yang lalu, temanku yang bernama Rosi mengajakku ke toko buku yang sangat terkenal di Indonesia, nggak ada rencana sebenarnya buat ke toko buku karena aku udah gak jadi anak kutu buku lagi, tapi kutu handphone, yang hidupnya hampir tiap hari bergantung pada benda kotak, ehh balok pipih yang ku beri pelindung gambar panda ini. Dia ngajak aku buat beli buku karya penulis terkenal yang asik dan lucu, inisialnya R. Ayo tebakk... Orangnya Main film juga. Kalo main film seringnya bahas cinta cintaan gitu. Yaakksss bukan! Bukan Ramzi. Itu mah host acara dangdut itu. "Bener! aku bisa baca hati kalian kok. Bang Radit. Raditya Dika" Buku barunya yg berjudul Ubur-ubur Lembur itu memikat hatiku, setelah sekilas baca tulisan yang ada dibelakang buku yang masih di bungkus plastik. (bersambung)
All Rights Reserved
#698
ceritanyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Cassandra✔✔
  • Ayesha Transmigration
  • Can't Break (END) KTH✔
  • Three Targeted Girls!!
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • Ratapan seorang JONES!
  • ON SIGHT (Completed)
  • JAM 3 SORE

Pernah enggak sih ngerasa kalau hidup itu bener-bener kayak roller coaster? Kadang di atas, kadang di bawah, kadang muter-muter enggak jelas. Nah, hidup gue kayak gitu. Apalagi sejak kenal dia. Nama gue Arka. Panggil aja Arka, atau kalau mau lebih akrab ya Beb. Bercanda. Gue ini tipikal kaum rebahan sejati. Mikirnya simpel, kalau bisa selonjoran kenapa harus berdiri? Kalau bisa delivery, ngapain harus keluar rumah? Target hidup gue cuma satu: selow. Main game, nonton film maraton, atau scroll TikTok sampai jempol keriting. Intinya, dunia ini diciptakan buat dinikmati dari kasur. Terus, datanglah dia. Nama aslinya Kirana, tapi gue lebih sering manggil dia, "Si Ngambek." Beneran deh, cewek ini moody-nya juara dunia. Dari hal sepele kayak gue lupa balas chat lima menit aja, sampai gue salah milih topping martabak, pasti ujung-ujungnya ngambek. Ngambeknya itu enggak yang drama nangis guling-guling sih, cuma bikin suasana jadi horor. Senyap. Aura dingin. Ngeri. Kadang gue mikir, apa ini hukuman Tuhan karena gue terlalu mager? Kok bisa-bisanya gue nyangkut sama cewek yang punya skill ngambek di atas rata-rata? Rasanya pengen nyerah aja, pengen kabur ke goa terus rebahan di sana seumur hidup. Tapi entah kenapa, setiap dia ngambek, ada aja sisi gemesnya. Setiap dia ngomel, ada aja kata-kata yang bikin gue senyum sendiri. Hubungan kami itu kayak komedi situasi yang enggak ada habisnya. Gue si rebahan yang ogah gerak, dia si tukang ngambek yang segala dirasain. Kayak yin dan yang yang salah jalur, tapi entah gimana, kami malah nyatu. Dan inilah kisah kami. Kisah asmara kaum rebahan dan tukang ngambek. Siap-siap aja, kadang bikin ketawa, kadang bikin pengen jitak kepala gue sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines