Hai Senja, kau baik-baik saja kan? Tidak nakal?" "Aku mengantuk." Fajar melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Senja walau kebesaran. Tas sekolah yang Fajar pakai ia pindahkan ke tubuh bagian depan. Setelahnya ia berjongkok di hadapan Senja. "Naiklah, Tuan Putri." "Hehe, terima kasih," Senja segera memeluk leher Fajar dari belakang. Gadis itu juga menyandarkan kepalanya di bahu Fajar. Fajar segera berjalan menuju rumahnya. Melangkah di kesunyian malam, sesekali Fajar membenarkan posisi Senja yang ada di punggungnya. Fajar mengabaikan angin dingin yang menerpa kulitnya. Second story by me. Hope you like and enjoy the story, Berries. :) FOLLOW MY ACCOUNT FOR COMPLETED STORY.
Más detalles